Quick post.
Merry Chrismas, Everyone!!!
Why do I look so happy? (Oh well, do I?) Err, yeah I do. Too many things make me happy tonight, too many. But first, of course because of my twinny whom I have a little chit-chat with on plurk. We discuss about many things as usual. And tonight is for discussing about ‘universal life’, ‘what’s interesting in plurk’, ‘how to make a good blog’, ‘and about our plan to watch the 3D of Avatar in Senayan on December 29th’.
About universal love, I kinda have surprised about her knowledge related to it. For her, love with different religion doesn’t matter at all. Just like, why we become close each other eventhough we are coming from different religion. And I then become aware of it. I think love, no matter what, is still a love. That you have to pursue its way and you have to still look forward of its happiness. Love is a universal feeling that everyone can feel and find in their life. And if love comes to our life, we mightn’t avoid it, just face it and pursue it, no matter what happened next.
So I’ll still fight to my love, for him, no matter what happened
Then, I’m happy because of what I did this evening. I made a greeting card design to be given for my boarding house’s owner, Tante and her husband. I bought tea in the market and give it as a packet with my own greeting card design and put in under the christmast tree. And suddenly tonight, Tante Maya knocked my door and say thanks to me. She even brought me some slices of sweet cookies, yummy. She kissed my cheecks and many times say thanks. Me too, I say thanks many times to her. I felt like I have a new family. A new mother. Oh gosh, btw about ‘mother’, I forget so send a short message for my listening class’s lecture to give her info about the schedule of the test! Oh c’mon.
Well, that’s all for tonight, I kinda have been very sleepy. Yawn. But I also have to finish my short story… Hmm. Yeah. Or do tumblr till 00.00 am.
Nite nite, Gia. Love u so.
Quick post, sih, ini. Cuma mau laporan kalo hari ini kayaknya aku menemukan seorang malaikat. Nite, Gia.
Jurnal #89
Kayaknya ini ciri-ciri rindu… deactivate-reactivate facebook dan melengos. Uh. Anyway, hari ini aku jalan-jalan seharian sama Jana. Aku belajar sesuatu dari jalan-jalan itu. Ah, aku ingin berahasia untuk malam ini karena aku sudah… capek. Uh.
Updated:
Em, kayaknya ini ditulis pas awal Desember atau akhir Oktober. Tapi, kok, malah nongol sekarang? Euh, rariweuh.
Jurnal #95
Setengah satu pagi. Seluruh tubuh masih remuk-remuk. Tadi sore agak demam (apalagi karena Yogya hujan lebat) dan jadi ketiduran dari pukul empat sore sampai setengah sepuluh. Kaget sendiri karena waktu berjalan begitu cepat. Tadi sempat tiduran lagi setengah jam setelah ngoles-ngolesin minyak kayu putih di seluruh bagian dada, leher, dan punggung. Sempat juga mengompres kepala dengan handuk yang dicelupkan ke air PAM.
Saat ini aku justru tercenung sendiri membayangkan betapa dulu selalu ada mama yang akan memelukku erat waktu aku sakit. Yang akan menyuapi bubur, mengupas dan memotong buah dan menyuapiku lagi. Selalu ada mama yang nggak akan pergi ke manapun sampai suhu tubuhku yang begitu panas kembali normal.
Hari ini sudah 22 Desember, hari ibu nasional. Aku mungkin hanya kangen sekali dengan Mama, Ma, di manapun Mama berada sekarang.
Jurnal #94
Pukul sembilan petang, baru pulang dari Amplaz… dan koneksi internet rerasanya agak lemot. Belum lagi ditambah muka ini yang rasanya panas banget (gara-gara lagi PMS). Jadi kupikir aku akan update Jurnal #94 ini besok pagi saja? Mau cerita banyak hal. Dari milih sepatu kets, ngebut ke Amplaz, nonton Avatar sama termasuk pesan moralnya Avatar, niat pengen nonton Avatar 3D ke Senayan (Lalala), makan pempek kapal selam, ketemu adik kecil imut yang ngegodain pas beli pempek dan gimana jadi milih kuah manis gara-gara adik kecil itu, ngompres muka pakai aqua botol dingin tanggung dan diliatin cowok-cowok yang tiba-tiba aja udah duduk di depan mejaku, liat-liat buku di Gramedia, stres ngeliat buku-buku UN untuk para anak-anak SMA, niat pergi ke Togamas tapi batal karena malas, ke Carrefour lirik-lirik cuci mata, ngeliat-liat cookies, akhirnya beli yoghurt dan roti manis, pulangnya kebut-kebutan lagi salip-salipan sama mobil-mobil plat B. Sepertinya aku udah cerita semuanya, ya? Tapi kayaknya aku mesti review film Avatar buat besok karena filmnya keren sekali. Hm, jam empat pagi besok, deh. Soalnya jam tujuh masih mesti kuliah. *yawn*
Nite, nite, Gia…
Updated:
Aku engga tidur sama sekali pagi ini. Kehilangan mood buat nulis review-nya Avatar juga, cuma aku bisa bilang aku jadi inget lagi tentang isu-isu global warming pas nonton Avatar, efek musik dan visualnya buat aku berkali-kali bilang f*ck f*ck s*n of b*t*h etc etc selama film diputar. Beneran, deh. Habis jalan-jalan di spmblover, aku jadi tiba-tiba ga niat nulis blog, fb-an, atau chatting di YM. Mauu belajaaar T___T
Lagian, ini perut mules banget gara-gara PMS. Nafas jadi sesak. Sigh. Ga tidur seharian (lagi). Nice.
Jurnal #93
Siang-siang begini baru bangun tidur tiba-tiba ingin nulis sesuatu (tumben?) dan yeah, emang tumben banget, si. Sempat-sempatnya juga makan roti bakar sisa malam minggu kemarin seraya menyeduh kopi luwak. Yum. Jadi nulis ini sambil makan roti bakar stroberi-kopyor dan sedikit-sedikit ngangkat gelas untuk minum kopi. Well, ga penting, yah?
Jadi mungkin sekarang aku mau buat resume tentang karakter seseorang. HAHAHA. Wtf-nya kata-kataku tadi, emang aku anak Psikologi gitu? Well, bukan. Cuma kayaknya seseorang yang kubaca blognya tadi malam sangat menginspirasiku dan perlu kutulis di sini sebagai seseorang yang cukup berjasa membuatku melek tentang masa depan.

Dia seniorku di EDS. Jurusan Psikologi, universitas yang sama denganku tentu saja. Jadi tadi malam aku begadang baca blognya dia sampai habis karena saking ketagihannya. Bukannya gimana, cuma motivasinya dia itu bener-bener bisa membuat siapapun bangkit berdiri dan lari mengejar cita-citanya. Aku sering memanggilnya Kak Tanti. Engga tau ditakdirkan atau apa, tapi yang membuatku datang ke TC (Training Camp)-nya EDS di Kaliurang yang dingin untuk mendapati bekal-bekal debat ‘yang dingin’ juga adalah dia, dia berkomentar di blogku dan entahlah, kalimat sederhana itu membuatku berkata dalam hati, “Wuaah, ga boleh disia-siain kesempatan ini. Kayaknya senior di EDS pada baik-baik dan… keren-keren.” dan datanglah aku ke TC.
Di TC itu, ah aku sudah pernah cerita di sini, kita dilatih buat debat sehari penuh sampai setengah hari besoknya lagi. Jadi sampai Kaliurang sudah langsung dapet briefing tentang debat, apa itu debat, mengapa penting, seperti apa debat di universitas di Indonesia, lalala, sampai akhirnya ada internal competition antara newbies (newbie EDS waktu itu kira-kira ada 50an orang apa, ya? Yang belakangan kuliat, semakin berkurang menjadi 29 saja) sampai jam setengah satu, terus tidur, bangun jam lima, jam tujuh pagi esok hari kita sudah mesti debat lagi. Alamak. Dan selama itu, aku diarahkan oleh para adju yang baiiiik banget, beruntungnya aku. Aku, kan, ga punya bekal debat sama sekali!
Pulangnya, katanya kita akan di-trainee sama beberapa senior untuk PT (Personal Training), sangat kebetulan, trainer-nya untukku, Syaroh, dan Prima adalah Kak Tanti. Jadilah aku merasa, oh…well?! Lalala.
-Uh, aku keluar sebentar.
Em, sori baru abis mandi sepuluh menit. Personal dikit yahhh…, aku baru nyadar kalau rambutku sudah panjang dan menyentuh setengah punggungku. Yayy! Aku suka ini. Sebenarnya aku merawat rambut panjang ini karena alasan dulu aku pernah mimpi, aku pakai rok dan menenteng buku berat-berat dan kuliah di Kedokteran… dan rambutku panjang. HAHA, jadi ini semacam ‘pemancing’ buatku biar yeah, aku bisa mewujudkan mimpiku itu. Oh ya, aku belakangan ini juga baru nyadar kalau menggosok punggung pakai sabun dua kali pas mandi bisa membuat tubuh rasanya lebih segar. Hm, aku akan melakukan itu untuk seterusnya meski mungkin hal itu akan menyita waktu mandiku yang dari sepuluh menit jadi dua puluh menit. Oh ya, tambahan lagi, tadi aku lewat depan kamarku dan liat sepeda merah-silverku (sepeda perjuangan untuk masuk UGM) … rem kirinya rusaaak! ARGH! Biar juga aku ga sering amat pakai itu sepeda (kecuali buat muter-muterin Jogja pas malam atau beli makanan dekat kos), tapi kaaan… malas juga untuk ke bengkel lagi, mana bengkel sepeda pada jauh di Gejayan. Godammit.
Sudah urusan personalnya.
Kembali lagi ke Kak Tanti. Kak Tanti orangnya sangat berbagi dan aku suka perjuangannya. Aku selalu suka pada orang-orang yang pernah mengalami masa-masa sulit namun tetap tegar dan terus melangkah dan… meraih hal-hal yang lebih baik daripada sebelumnya. Somehow, itu membuatku lebih tergugah untuk merasa bahwa hidup harus hidup biar jadi lebih hidup.
Kak Tanti dulu pernah ngelamar PMDK di UPI Jurusan Sastra Inggris (meski TOEFL-nya 527) dan dia ditolak di sana. Kak Tanti pernah mendaftar The Scholar, ditolak juga. Kak Tanti pengen banget kuliah ke Jepang (dia suka banget nonton anime dan baca mangaka) dan mau ambil Monbugakusho untuk S1 tapi … dia justru telat mendaftar. Dan ketika dia diterima di Psikologi lewat UM, pas baca itu, aku rasanya senang sekali. Meski itu kejadiannya tahun 2007 kemarin, sih. Aku suka banget perjuangan itu, karena aku juga sudah berkali-kali daftar ujian masuk PTN Indonesia, berkali-kali gagal, aku jadi merasakan juga gimana rasanya. Masalahnya, Kak Tanti menuliskan semua perasaan itu dengan baik di blognya sampai aku ikut ngerasa gimana rasanya jadi orang gagal, jatuh bangun mengejar cita-cita, gimana rasanya mental breakdown untuk kembali memberanikan diri mendaftar ulang ke universitas, rasanya ga dianggap oleh society, ditanya-tanyain kuliah di mana (dan meski disangka pintar) tetap mesti bilang, “Mungkin belum nasibnya keterima di univ A atau univ B.”
Apa mungkin karena pada dasarnya Kak Tanti emang udah berjiwa anak Psikologi, ya, maka dia tau mesti menuangkan perasaannya dengan sejujurnya di blognya? Ah.
Omong-omong dalam setaun ini Kak Tanti sudah hampir bolak-balik tiga negara. Jepang, Korea, dan terakhir pas Januari 2010 ini dia akan berangkat ke Swedia dan kuliah pertukaran mahasiswa di sana selama satu semester. Gila keren, kan? HAHA, jadi aku pas baca blognya juga nyangkanya… omg, dia seperti para dosen yang bolak-balik ngasih kuliah ke luar negeri. HAHA.
Di blognya itu, Kak Tanti bahkan menuturkan secara rinci gimana kebetulan, keberuntungan, usaha, tekad, motivasi, kerja keras, takdir saling bersinkronisasi satu sama lain untuk mengantarnya ke negara-negara itu. Ibaratnya, terjadi konspirasi antara impian masa lalunya dan gimana dia bisa pergi ke Jepang, Korea, dan Swedia dengan hampir tanpa biaya. Sukii! Keren!
Di blognya juga, Kak Tanti sedikit-sedikit ngejelasin tentang perkuliahan Psikologi di tiap semester. Gimana di kelasnya sering ada diskusi tentang hal-hal faktual di masyarakat. Juga, Kak Tanti cerita tentang organisasi-organisasi yang dia ikutin juga tentang jatuh bangunnya dia di organisasi itu sampai mesti memutuskan buat quit karena beberapa faktor.
Entahlah, aku melihat nuansa yang benar-benar hidup waktu baca blognya. Gimana sebenarnya hidup itu mesti dijalani dengan fun. Bayangin, hampir semua isi blognya ngomongin tentang komik-komik yang baru keluar dan gimana dia pengen banget baca itu komik, tentang gimana dia mau buat perpustakaan dengan Sistem Dewey tapi bingung mau nempatin komik itu di urutan nomor berapa. HAHA. Juga tentang gimana biasanya di awal Januari di tahun baru di minggu kedua dia biasanya udah membaca beberapa buku dan dengan sayangnya di tahun 2007 kemarin entah kenapa dia hanya baca dua buku (well, aku suka antusiasmenya). Aku suka gimana dia menggambarkan rasa sayangnya dia pada adiknya, Azra (kalau ga salah nama) dan gimana di tiap postingannya kadang dia menggambarkan tentang adiknya itu. Gimana cerita tentang keluarganya yang bener-bener sayang sama dia. Meski aku ga seberuntung Kak Tanti, karena aku anak tunggal jadi aku ga punya adik kandung dan karena aku juga ga terlalu dipeduliin lagi sama keluargaku setelah mamaku meninggal, rasanya aku punya keluarga lagi setelah baca ceritanya dia di blog. Meski ga terlalu dekat dengan Kak Tanti, aku ngerasa dia memotivasi dari tulisan-tulisan di blognya untuk aku bisa juga menikmati hidup seperti dia. Dia seperti kakak angkatku.
Jadi sebenarnya aku beruntung banget kenal dengan orang-orang hebat di usia delapan belas tahunku ini. Meski orang-orang hebat itu juga pada sibuk di dunia mereka masing-masing, sih. Belakangan aku jadi mengerti hidup itu enjoy banget. Dari seseorang aku belajar ‘menjadi manusia’, HAHA, belakangan aku jadi lebih menikmati makanan (terbukti dari aku membuka entri jurnal kali ini dengan omongin masalah roti bakar dan kopi luwak) dan aku sekarang belajar dari Kak Tanti untuk menjalani hidup dengan semangat. Yay!
Uh, sebenarnya masih banyak yang bisa aku tulis tentang Kak Tanti. Mungkin aku juga bisa tulis tentang orang-orang lain dalam hidupku yang memotivasiku selama ini. Tentang Vremita, temen EDS juga, yang bisa bahasa Inggris, Prancis, Yunani, Latin, Spanyol, etc etc. Atau tentang siapalah. Tapi mungkin bisa lain waktu aja. Hm, aku mau menikmati hari Mingguku dulu. Nanti malam mungkin aku akan ke Amplaz untuk nonton Avatar. Atau pergi ke Malioboro Mal untuk beli sikat punggung di Body Shop (aku udah bilang, kan, kalau menggosok punggung pas mandi dengan intens bisa membuat tubuh lebih segar?) dan ya sudah, ciao, Gia. Have a nice Sun Day, dear…
Pengen nangis sekeras-kerasnya di hadapan seseorang. Pengen meminjam bahu seseorang lagi buat nangis di sana, pengen memeluk seseorang sampai berhenti nangis.
Ga tau apa alasannya aku ga bisa nangis. Ga tau apa alasannya. Aku hanya tau aku selalu membuang-buang kesempatan. Aku tau aku hanya selalu salah jalan dan setelah aku tau itu, aku tiba-tiba beralih jalan. Aku tau aku sering salah memilih pilihan-pilihan dalam hidupku. Aku tahu. Mengapa dalam hidup harus ada begitu banyak pilihan?
Dan yang ada hanya kata-kata, “Sayang loh, padahal udah sejauh ini…”
Gia, aku… harus menggunakan kesempatan ini. Harus.
Well, kelihatan kan, ya, perbedaannya antara menulis jurnal dengan sesuatu yang berguna dan yang bertujuan jadi sampah? Kalau mau menulis sampah (seperti sekarang ini) akan mudah sekali, tulis saja apa yang ada di kepala tanpa perlu persiapan apa-apa, utarakan semua uneg-uneg dan blahblahs. Jadi gimana, dong, untuk Tes Prep-nya? Bentar lagi udah mau UM UGM, kan? Hell YEAH, jadi… aku kemarin ini justru pengen belajar hiragana-katakana dengan serius (kurang ditonjok ini orang, kayaknya, kepengenannya banyak sekali) dan aku seperti lupa sama sekali dengan tugasku sebagai (anggaplah) murid SMA yang mau ikut tes untuk mendapatkan bangku kuliah.
Lagian, aku engga tahu, ya, kenapa aku kalau di kos jadi malas sekali begini buat belajar? Maksudku, aku seperti engga niat mengambil buku-buku SNMPTN-ku untuk kembali mulai belajar. Dan aku hanya ingin chatting dengan temanku dan curhat tentang banyak hal. Lagian, kenapa teman-temanku belakangan ini heboh sendiri untuk menjodohkanku dengan pria-pria? Uh, DEAR ALL, aku MAU BELAJAR!
Lagian lagi, susah juga untuk mengalihkanku dari dia. Dia seperti mengalihkan duniaku. Jadi kalau melihat dia online, aku sepertinya harus online dan menyapa dia. Aku sepertinya harus bercakap-cakap dengannya, aku sepertinya harus membahas sesuatu dengannya. Aku sepertinya… bisa engga, sih, aku melepaskan diriku dari dia?
Well, minggu ini aku berhasil menciptakan gaya baru dalam belajar. DIUNDI! GYAHAHAHA. Jadi, beginilah urutan undiannya:
1. Fisika
2. Matematika IPA
3. Kimia
4. Biologi
5. Bahasa Indonesia
6. Bahasa Inggris
7. Matematika Dasar
8. TPA
Dan… aku berencana menyelesaikan ringkasannya sebelum akhir Desember ini. Sambil nyoba-nyoba tesnya? (atau langsung mulai dari tes-tes aja, ya? any suggestions, dear Gia?)
Oh, iya. Aku juga harus menyelesaikan The D. Dan aku juga harus… belajar buat UAS. GYAAAAAAAAAAAAAAH! See ya, Gia.
Tes Prep #1
Mulai hari ini aku akan menjadikan blog ini blog pelajar paling frustasi sampai saatnya tes-tes masuk PTN berakhir. Setelah memutuskan untuk quit dari beragam jenis UKM, menjalin in a relationship dengan seorang teman supaya nggak terlalu terganggu urusan percintaan (sambil tetap berdoa agar enam bulan lagi si dia masih di sana dengan status single), apa lagi yang bisa kulakukan selain mempersiapkan diriku untuk Fakultas Kedokteran UGM?
Aku harus bisa. Semangat, Dew!
Hug you, Gia.
Updated:
Lihat yin-yang. Sekalipun hitam/putih, ada titik yang berlawanan, kan?

leave a comment