Jurnal #56

Sedang membayangkan hal lucu, aneh, dan lain-lain tentang blog. Hmmm.
Sekarang, aku di kosku di 461, santai-santai, baru habis mandi, menikmati hari Senin yang begitu indah. Bersama-sama satu kelas menonton film yang amazing, memeroleh nilai tertinggi di kelas, debat dengan dosen dan ‘kelihatan’ aktif, lalu menulis di sini. Setiap hari menyempatkan diriku untuk menulis di sini, entah untuk apa, yang penting harus bisa menulis tiap hari… apapun itu.
Tapi… mungkinkah nanti sewaktu aku dilamar oleh pria yang kucintai aku akan masih menulis di sini? Mungkinkah sewaktu aku repot mencari gaun pengantin dan pakaian adat Bali untuk perkawinanku, aku akan bercerita-cerita di sini? Mungkinkah aku akan cerita tentang malam pertamaku dan perdebatanku dengan suamiku? Mungkinkah aku masih menulis ketika aku sudah punya anak untuk diurus? Masihkah aku akan menulis ketika aku sudah lulus kuliah beberapa tahun lagi? Akankah aku bercerita tentang pekerjaanku? Tentang orang-orang baru yang akan kutemui?
…sampai… mungkinkah ketika aku mati, akan ada seseorang yang membaca tulisanku di sini? Mungkinkah tulisan ini juga akan terbaca ketika aku mati? Masih adakah mesin WordPress ini untuk menyimpan kepingan-kepingan ceritaku ketika aku sudah meninggalkan dunia?
Aku baru saja berkeliling membaca blog para ibu-ibu. Aku juga pernah bertandang ke sebuah blog di mana pemiliknya baru saja meninggal. Ada perasaan yang tertuang di blog mereka, ada jiwa mereka masih tertanam di sana. Tapi entahlah. Aku hanya masih skeptis mengenai jejak yang ditinggalkan tiap orang pada kehidupan. Aku hanya masih mempertanyakan tentang kejelasan ruang dan waktu dan ‘ketersimpanan’ semua hal yang pernah berlangsung pada ruang dan waktu itu.
Akankah orang yang kelak menemukan blogku ketika aku mati melihat sisi lain yang aku tinggalkan? Atau entah, kapan aku akan berhenti menulis di sini? Aku rasa aku sangat nyaman menulis tiap hari di sini. Tidak seperti di blog-blogku yang lain. Masih bisakah aku menulis blog di surga?
Semuanya masih tidak jelas. Aku tidak ingin ketika mati menemukan surga yang nyaman seperti cerita orang-orang. Aku tidak ingin menemukan bahwa setelah kematian akan ada sebuah proses kehidupan lagi. Aduh, aku mulai melantur.
Hmmm. Kupikir aku lebih baik berkelana lagi di dunia blog. Mencari ide untuk naskah novelku.
See ya, Gia.
leave a comment